Selasa, 05 November 2013
Cerpen
Aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Kemanapun orang pergi pasti bertemu denganku. Aku diperlakukan bagai raja, bahkan mungkin lebih dari itu, alangkah bahagianya aku. Semua orang membutuhkanku, dari mulai anak TK, SD, SMP, hingga orang dewasapun membutukanku. Tapi aku diperlakukan seperti itu dinegeri orang. Disini (Indonesia) hanya sebagian kecil yang membutuhkanku, dan sedikit pula yang memperlakukanku dengan baik. Tak lebih dari setengah warga Indonesia yang sering membacaku. Aku sedih, aku kecewa, karena disini aku sering menjadi alat manusia kipas kipas kala mereka kapanasan. Kekecewaankupun belum berakhir disitu, sering aku menjadi pengganjal jendela, itu lebih perih rasanya.
Aku pernah berfikir, mungkin disini aku tak dibaca karena banyak yang tidak sekolah. Oh tidak.. bukan karena itu aku tak dibaca. Banyak orang orang yang bisa membacaku tapi mereka tak membacaku. Dasar orang orang aneh, saat kala mereka kecil, mereka berusaha tuk bisa membaca, tapi setelah mereka bisa membaca, mereka tak membaca. Terus mengapa orang orang berusaha tuk bisa membaca jika akhirnya mereka tak membacaku.
Dinegeri orang aku selalu dibawa kemana mana untuk dibaca. Mungkin tak ada satupun temanku yang hanya berjejer di rak apalagi sampai berdebu. Mereka sangat meperhatikanku. Sepertinya jika sehari tak membacaku, mereka bagai orang kelaparan. Tapi disini, tubuhku sangat rapi dijejerkan dirak dan aku tak bisa kemana mana. Butiran butiran debu yang menempel ditubuhku sangat setia menemani kekecewaanku. Aku lebih baik kucel karena orang orang membacaku berkali kali daripada aku dijejerkan rapi seperti ini. Mungkin seminggu sekali ada seseorang yang menyentuhku, itupun karena ia akan membersihkanku.
Ah sedihh.. Tapi ternyata, ada yang lebih beruntung daripada aku, dia adalah buku pelajaran. Setiap hari ia jalan jalan, keluar masuk tas, dan sesekali ia dibaca. Walau sebenarnya aku tahu sebagian orang membacanya atas dasar terpaksa karena tugas dari gurunya atau orang tua. Aku cukup bahagia melihatnya. Oh tidak, aku sangat kasian melihatnya, tubuhnya kucel dan sangat kucel. Yang membuatku sedih bukan karena kucelnya, melainkan ia kucel gara gara dipakai main main oleh para anak anak bandel itu.
Oh tuhan, kapankah aku bisa menjadi sesuatu yang sangat berharga di negeri ini. Kapankah orang orang di negeri ini sadar akan pentingnya membaca aku. Tapi bukan hanya dalam slogan “buku adalah gudang ilmu”. Semoga mereka sadar arti dari kalimat yang sering mereka ucap itu.
AKU ADALAH BUKU YANG KECEWA
Desi Nuraeni
Minggu, 03 November 2013
ARTIKEL
cucur
Apakah kalian tahu apa iu cucur??
cucur merupakan makanan yang sudah tidak asing di daerah kami (pangandaran). mungkin sebagian orang sudah melupakan makanan yang memiliki rasa manis ini, tapi masih banyak pula yang menyukainya.
Untuk mendapatkan makanan ini sangat mudah kawan, di warung warung kecil ada yang menjualnya, harganyapun sangat terjangkau, dari mulai orang dewasa sampai anak TK sekalipun bisa membeli makanan lezat ini. hatganya mulai dari 500-1000 rupiah. Tapi didaerah saya gak ada yang menjualnya dengan harga 1000, semuanya menjual dengan harga 500 rupiah. Wah, muarh kan??
Pengen bisa membuat sendiri??
Kalo bahan dan cara buatnya saya juga gak tahu kawan, yang pasti rasanya manis aja, mungkin menggunakan gula merah.
Pengonsumsi makanan ini dari mulai anak tk, sd, smp, sma, bahkan mahasiswa dan orang dewasapun suka (mungkin).
Seperti apa sih cucur itu??
nah, kalo ini, desi bisa jawab. Cucur berbentuk bulat dan warnanya kecoklatan, eh maksudnya coklat dan mungkin ada yang berwarn kehitaman (kalo itu sih yang gosong)
Pengen tahu lebih jelas dan cara buatnya? Datang aja ke daerah kami di Cikubang.
Desi Nur'aeni
Kelas IX e
SMPN 2 PARIGI
Langganan:
Komentar (Atom)